Beberapa tokoh di atas, yang memiliki gerakan yang tidak selalu sama walau berasal dari lulusan pesantren yang sama, adalah tipikal da’i yang mencoba untuk mengembangkan potensi intelektualnya semaksimal mungkin. Mereka terlibat dalam koreksi terhadap paham/pemikiran yang dianggap keliru, sekaligus menawarkan pemikiran baru.
Di titik ini, saya melihat bahwa Gontor telah sukses melahirkan pemimpin dalam dunia intelektual. Tentu saja masih banyak nama lain yang dapat kita tulis selanjutnya. Namun, terlepas dari pro atau kontra pada pemikiran dan gerakan mereka, tulisan dan gerakan mereka tidak terlepas dari dakwah dengan tujuan internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat modern Indonesia.
Depok, 23 Oktober 2020
Yanuardi Syukur, Pengajar Antropologi Universitas Khairun, Mahasiswa S3 Antropologi FISIP UI.





