Meskipun tidak menyebut secara pasti kapan kampus akan dibuka, namun Haqqani menjamin para perempuan sudah boleh kuliah. Saat kegiatan belajar mengajar sudah berlangsung, kelas antara laki-laki dan perempuan akan dipisah.
Pembukaan kembali kampus universitas ini mengalami keterlambatan dikarenakan krisis ekonomi dan kurangnya ruang kelas untuk pemisahan laki-laki dan perempuan.





