Saat ini bantuan tersebut masih berada di Gudang Amman, Yordania, dan akan dipindahkan ke Gudang JHCO, sebuah badan amal yang berada di bawah Kerajaan Yordania. Setelah itu, bantuan akan diproses dan dibawa ke wilayah Tepi Barat melalui King Hussein Bridge, kemudian melewati Allenby Street dan Perbatasan Zikim, sebelum akhirnya sampai ke Gaza Utara. Sepanjang perjalanan, bantuan ini akan dikawal oleh tentara kerajaan untuk memastikan ketepatan waktu dan keamanan.
Tim Konsorsium Kolaborasi juga telah menetapkan standar kedaluwarsa minimal satu tahun untuk semua paket bantuan, guna memastikan jika terjadi penundaan pengiriman di titik-titik pemeriksaan, bantuan tetap aman untuk digunakan. Gelombang pengiriman ini merupakan yang terbesar sepanjang tahun ini melalui jalur Yordania, mencerminkan komitmen yang kuat untuk membantu Palestina.
Fokus Bantuan untuk Gaza Utara yang Terisolasi
Sementara Gaza Selatan telah mendapatkan banyak bantuan kemanusiaan, Gaza Utara mengalami isolasi yang berkepanjangan akibat kondisi yang semakin memburuk. Untuk itu, bantuan kali ini difokuskan untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini kesulitan menerima bantuan.
“Bantuan ini akan membantu memenuhi kebutuhan mendesak saudara-saudara kita di Gaza Utara yang sudah lama terisolasi. Kami berharap dengan kolaborasi ini, kami bisa meringankan beban mereka,” lanjut Alfian dalam laporannya.





