Sudarnoto juga menyoroti soal peluang Umat Islam Indonesia. Secara demografis, Indonesia adalah bangsa dan negara muslim terbesar di dunia. Menurutnya, tidak sedikit bangsa dan negara yang memberikan harapan (ekspektasi) dan kepercayaan terhadap peran strategis Indonesia dalam menciptakan dunia yang damai dan sejahtera.
“Secara keagamaan, muslim Indonesia menganut pandangan Wasathiyyatul Islam yang sangat diyakini mampu memberikan respons terhadap berbagai krisis kemanusiaan akibat dari konflik politik, kirisis lingkungan, kemiskinan, ekstremisme dan sebagainya. ”
“Indonesia pun sudah disepakati menjadi negara pusat wasathiyatul Islam global dan karena itu Indonesia harus mampu menjadi teladan dan memimpin secara global menggerakkan Wasatiyatul Islam untuk dunia yang sejahtera, damai dan berkeadaban.”
“Posisi diplomatik Indonesia yang menganut paham bebas aktif masih sangat penting dan diperlukan.”
“Dengan posisi ini Indonesia bisa bersahabat dan berkolaborasi dengan negara manapun secara sejajar. Karena itu, upaya penciptaan perdamaian dunia yang dilakukan oleh Indonesia menjadi perhatian dan sangat penting,” katanya.
Sudarnoto berharap peberadaan kekuatan dan organisasi civil society muslim Indonesia menjadi sangat penting dalam rangka ikut serta memperkokoh dan membela kedaulatan dan kemanusiaan, kedamaian, kesejahteraan dan keadaban dunia. Karena itu, peran-peran diplomatic organisasi sicil society muslim ini perlu untuk dioptimalkan.
Sementara itu, Ketua Komisi HLNKI MUI Dubes Bunyan Saptomo melihat bahwa tahun 2022 masih merupakan tahun yang berat bagi dunia Islam, meskipun juga ada kemajuan yang berarti. Situasi yang berat di dunia Islam antara lain ditandai dengan masih berlanjutnya penindasan Israel atas Palestina; berlarutnya konflik di Suriah, Yaman, Libya dan Somalia; dan penindasan terhadap muslim minoritas di sejumlah negara; serta masih tingginya Islamophobia di seluruh dunia.
“Penjajahan dan penindasan Israel atas Palestina masih terus berlangsung, seakan dibiarkan oleh masyarakat internasional tanpa ada sanksi. Setelah upaya Perdamaian Trump yang dikenal “Deal of the Century” yang merugikan bangsa Palestina, kita tidak melihat adanya upaya serius untuk mewujudkan perdamaian yang adil bagi bangsa Palestina. Lebih dari itu kita menyaksikan merosotnya dukungan kepada Palestina, termasuk dari sejumlah negara Arab yang seharusnya di garis depan membela saudaranya Palestina,” kata Bunyan Saptomo.
Meskipun demikian, tambahnya, Indonesia negara muslim terbesar di dunia masih tetap komitmen mendukung perjuangan bangsa Palestina. Dukungan pemerintah Indonesia selain dukungan diplomasi, juga dukungan bantuan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi dan pemberian beasiswa. Masyarakat sipil Indonesia, termasuk MUI, juga tidak ketinggalan memberikan bantuan kemanusiaan dan pemberdayaan kepada Palestina. MUI saat ini sedang mengadakan pengumpulan dana untuk membantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron (RSIH).
Bunyan melihat bahwa dukungan Indonesia kepada Palestina ditegaskan kembali oleh Presiden Jokowi pada saat kunjungan Perdana Menteri Palestina, Dr. Mohammed Sthayyeh ke Indonesia bulan Oktober tahun ini. Pada kesempatan tersebut PM Palestina menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah dan bangsa Indonesia yang secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan.
Maksud kunjungannya ke Indonesia, selain untuk memperkuat hubungan persahabatan juga untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua negara. PM Palestina juga menyampaikan harapan agar Indonesia terus melanjutkan dukungan pada perjuangan Palestina. Indonesia tidak perlu menjadi penengah (mediator) dalam konflik Palestina-Israel.
Ia juga menyampaikan pandangan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam kesempatan menerima kunjungan PM Palestina tersebut menegaskan dukungan Pemerintah RI terhadap perjuangan rakyat Palestina dan menawarkan beasiswa kepada perwira tentara Palestina untuk belajar di Universitas Pertahanan Indonesia. Sehubungan dengan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Indonesia yang terus komitmen mendukung perjuangan bangsa Palestina tersebut.





