Editor 26 Januari 2021

Celebesupdate.com- Malam itu dingin menyusup rongga dada. Tenda pengungsian relatif penuh dihuni warga. Bercampur orang dewasa dan anak-anak. Mereka tidur dengan beralaskan seadanya, selimut tidak semua memiliki. Desir angin yang berhembus sempet menyibakkan selimut yang tak rapat menutup tubuh. Benar-benar mereka merasakan sebuah ujian berat yang bernama gempa.

Bencana alam adalah fenomena yang tak terelakkan. Setiap insan hendaknya punya kesadaran bahwa Yang Maha Kuasa dapat menguji siapapun dimanapun. Sebagaimana yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat beberapa waktu lalu. Gempa bermagnitudo 6.2 SR telah meleburkan banyak sekali bangunan, rumah penduduk, fasilitas ibadah, infrastruktur jalan dan jembatan, dan banyak lagi kerusakan yang apabila dikalkulasikan bernilai lebih dari 1 trilyun.

Itu baru kerusakan dari sisi fisik bangunan dan infrastruktur. Yang tak kalah penting adalah keguncangan psikis masyarakat setempat. Pasca bencana biasanya terlihat bermunculan komunitas-komunitas kemanusiaan hadir di lokasi untuk memberikan bantuan materiil dan moril. Hilir mudik komunitas, yayasan, lembaga bahkan instansi pemerintah memberikan bantuan. Ada yang datang menggunakan mobil pribadi, mobil pick-up, mobil truk, bahkan ada yang menggunakan helikopter agar bantuan cepat dan tepat sasaran. Semua hadir di lokasi memberikan bantuan dengan satu misi mulia, membantu sesama. Sebuah kelembutan hati yang terrefleksi dalam karya nyata peduli umat manusia.

Tulisan ini terinspirasi dari komunitas yang menamakan diri Sekajum yang hadir di lokasi bencana Kota Mamuju Sulawesi Barat. Ketika ditanya, apa itu sekajum? Dijawab, sekajum adalah Sedekah Jumat. Rupanya ini adalah komunitas yang berisikan orang-orang pencinta sedekah tiap hari Jumat.

Komunitas Sekajum, berangkat dari Kota Makassar menuju Kota Mamuju dengan menggunakan kendaraan roda 4. Mereka memenuhi kendaraan mereka dengan aneka macam bahan pangan yang dibutuhkan korban gempa. Yang unik dari Komunitas Sekajum ini adalah jenis bantuannya yang tidak sekedar bahan pangan, namun juga bantuan psikis terutama bagi anak-anak. Mereka disela-sela aktifitas malam hari, sempat melakukan trauma healing bagi anak-anak korban gempa.

Banyak anak-anak yang masih trauma atas kejadian gempa. Mereka tidak berani beraktifitas sendiri. Bahkan menuju kamar kecil yang berjarak beberapa meter saja mereka takut. Akhirnya kami temani”. Demikian disampaikan Nurmala Arfah, salah satu Tim Trauma Healing dari

Komunitas Sekajum yang hadir di Kota Mamuju. Di samping itu, terdapat pula salah satu anak yang menurut penuturan ibunya, pasca gempa tubuhnya bergetar kencang hampir 1 jam, sehingga membuat ibunya kawatir dengan yang terjadi pada anaknya yang masih sekolah SD itu.

Bermalam ditenda pengungsian

Bermalam di Tenda Pengungsian

Sekitar 10 anak dalam tenda terpal berwarna biru berukuran 4 kali 8 meter itu sangat menikmati kebersamaan dalam proses trauma healing. Satu per satu anak-anak diminta untuk mengulas kembali kisah gempa dengan versi masing-masing. Hal ini penting dilakukan dalam proses trauma healing agar sedikit demi sedikit dapat ditanamkan pada pikiran mereka bahwa apa yang terjadi tidak berkaitan dengan apa yang dilihat kemudian. Sehingga mereka bisa lebih mudah menerima keadaan.

Selain Nurmala Arfah, beberapa rekan komunitasnya juga terlihat semangat mendampingi anak-anak. Trauma healing dihadirkan ditengah anak-anak korban bencana sebagai proses penyembuhan pasca trauma agar mereka dapat terus melanjutkan kesehariannya tanpa dibayangi kejadian-kejadian traumatis sebelumnya. (NP)

2 thoughts on “Komunitas Sedekah Jumat Rela Bermalam di Tenda Untuk Trauma Healing

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*