Editor 26 Januari 2021

Banyak anak-anak yang masih trauma atas kejadian gempa. Mereka tidak berani beraktifitas sendiri. Bahkan menuju kamar kecil yang berjarak beberapa meter saja mereka takut. Akhirnya kami temani”. Demikian disampaikan Nurmala Arfah, salah satu Tim Trauma Healing dari

Komunitas Sekajum yang hadir di Kota Mamuju. Di samping itu, terdapat pula salah satu anak yang menurut penuturan ibunya, pasca gempa tubuhnya bergetar kencang hampir 1 jam, sehingga membuat ibunya kawatir dengan yang terjadi pada anaknya yang masih sekolah SD itu.

Bermalam ditenda pengungsian

Bermalam di Tenda Pengungsian

Sekitar 10 anak dalam tenda terpal berwarna biru berukuran 4 kali 8 meter itu sangat menikmati kebersamaan dalam proses trauma healing. Satu per satu anak-anak diminta untuk mengulas kembali kisah gempa dengan versi masing-masing. Hal ini penting dilakukan dalam proses trauma healing agar sedikit demi sedikit dapat ditanamkan pada pikiran mereka bahwa apa yang terjadi tidak berkaitan dengan apa yang dilihat kemudian. Sehingga mereka bisa lebih mudah menerima keadaan.

2 thoughts on “Komunitas Sedekah Jumat Rela Bermalam di Tenda Untuk Trauma Healing

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*