Celebesupdate.com, Balong, Bulukumba– Setiap musim panen tiba, pemandangan yang sama selalu berulang di Desa Balong: buah-buahan tropis seperti mangga, nanas, dan pisang menumpuk di halaman rumah warga. Sebagian dijual murah ke tengkulak, sebagian lagi terpaksa dibiarkan membusuk karena tidak terserap pasar. Padahal, di balik tumpukan buah itu tersimpan potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap maksimal.
Menjawab persoalan tersebut, tim dosen dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Agroedukasi Kimia Terapan dalam Pengolahan Buah Tropis sebagai Peluang Usaha Ibu PKK Desa Balong”. Kegiatan ini menyasar langsung ibu-ibu penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) sebagai ujung tombak ekonomi rumah tangga di desa tersebut
Ketika Ilmu Kimia Turun ke Dapur Warga
Banyak orang mengira kimia hanya urusan laboratorium dengan tabung reaksi dan rumus rumit. Padahal, prinsip-prinsip kimia terapan justru sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari, termasuk mengolah makanan. Dalam program ini, tim DPPM memperkenalkan konsep-konsep sederhana namun aplikatif, seperti:
- Reaksi pencokelatan enzimatis (browning) pada buah yang dipotong, dan cara mencegahnya menggunakan larutan asam sederhana seperti air jeruk nipis, agar produk olahan tetap menarik secara visual.
- Prinsip pengawetan alami melalui pengaturan kadar gula dan asam, yang menjadi dasar pembuatan selai, manisan, dan sirup buah agar tahan lama tanpa bahan pengawet kimia sintetis.
- Proses fermentasi terkendali, yang dimanfaatkan untuk mengolah buah menjadi produk bernilai tambah seperti cuka buah atau minuman probiotik.
- Pengukuran keasaman dan kematangan buah menggunakan indikator sederhana, sehingga ibu-ibu PKK dapat menentukan waktu panen dan pengolahan yang tepat.
Materi-materi ini sengaja dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami, tanpa jargon akademis yang berat, sehingga peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dapat mengikuti dengan nyaman.





