Editor 19 Maret 2023

Sutan Sjahrir, salah seorg negarawan-pemikir terbaik bangsa ini, merisaukan fenomena tsb. Dlm catatan harian balik penjara, dgn nama samaran Sjahrazad, Bung Sjahrir menulis, “Bagi kebanyakan org-org kita ‘yang bertitel’—saya pakai perkataan ini akan pengganti ‘intelektuil’, sebab di Indonesia ini ukuran org bukan terutama tingkat penghidupan intelek, akan ttp pendidikan sekolah—bagi ‘org-org yg bertitel’ itu pengertian ilmu tetap hanya pakaian bagus belaka, bukan keuntungan batin. Bagi mereka ilmu itu tetap hanya suatu barang yg mati, bukan hakekat yg hidup, berubah-ubah dan senantiasa harus diberi makan dan dipelihara.”

Masalah kegilaan pada titel (gelar) tanpa kedalaman ilmu, yg dicatat Bung Sjahrir 20 April 1934 itu, situasinya tak tambah membaik, bahkan memburuk. Gelar-gelar akademis dikejar banyak org sbg pelengkap jabatan. Lebih parah lagi, banyak dosen/peneliti memburu gelar profesor tanpa merasa perlu mempertanggungjawabkan kapabilitas keilmuannya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*