Kerentanan ini, lanjut Meity, disebabkan oleh penyatuan antara keputusasaan, apatis, dan perasaan diperlakukan tidak adil oleh negara dan aktor-aktor di dalamnya.
“Saat ada pemikiran dan kelompok radikal yang memasukinya, maka hal itu akan dijadikan peluang. Karena itu, saya sangat mendukung pendekatan BNPT yang mulai menempuh peningkatan kesejahteraan rakyat lewat pemberdayaan ekonomi,” ungkapnya.
Hal itu, katanya, sangat terkait dengan pencegahan radikalisme. “Pada dasarnya setiap orang ingin merasakan kesejahteraan, namun kadang, walau sudah berusaha, peluang itu tidak dapat diraih juga karena faktor struktural,” jelasnya.





