Editor 24 Desember 2025

Celebesupdate.com, Jakarta.Faktor ekonomi adalah satu akar penyebab terjerumusnya individu dalam lingkaran kekerasan dan gerakan radikal.

Menurut Anggota Komisi XIII DPR RI, Dr Hj Meity Rahmatia, berbagai penelitian menunjukkan kesenjangan ekonomi yang kian lebar di sebuah negara dapat menjadi memicu munculnya rasa ketidakadilan di tengah-tengah masyarakat.

“Mula-mula muncul pemahaman bahwa negara tidak berpihak kepada rakyat kecil dan lebih cenderung banyak memberi akses sumber daya pada pemodal. Pemahaman ini kemudian lebih mudah dimasuki oleh gerakan tertentu yang menjadikan negara sebagai lawan,” jelasnya.

Kerentanan ini, lanjut Meity, disebabkan oleh penyatuan antara keputusasaan, apatis, dan perasaan diperlakukan tidak adil oleh negara dan aktor-aktor di dalamnya.

“Saat ada pemikiran dan kelompok radikal yang memasukinya, maka hal itu akan dijadikan peluang. Karena itu, saya sangat mendukung pendekatan BNPT yang mulai menempuh peningkatan kesejahteraan rakyat lewat pemberdayaan ekonomi,” ungkapnya.

Hal itu, katanya, sangat terkait dengan pencegahan radikalisme. “Pada dasarnya setiap orang ingin merasakan kesejahteraan, namun kadang, walau sudah berusaha, peluang itu tidak dapat diraih juga karena faktor struktural,” jelasnya.

“Dengan program pemberdayaan ekonomi kolaborasi dengan Kemendes dan lainnya, BNPT bisa membuka pintu akses bagi masyarakat di pedesaan untuk tumbuh kembang. Khususnya bagi generasi muda,” tambahnya.

BNPT tahun ini disebut memulai program kolaborasi dengan Kemendes PDT dan PLN dalam program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif Desa Siapsiaga di Pandeglang, Banten, guna membangun ketahanan masyarakat melawan paham radikal terorisme.

Program ini fokus pada pengembangan unit usaha produktif seperti peternakan
domba, budidaya ikan lele, serta produksi paving block dari limbah FABA untuk
meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Kepala BNPT Eddy
Hartono menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi lokal sangat efektif dalam menciptakan sistem deteksi dini terhadap ancaman ideologi ekstrem di tingkat desa.

Menteri Desa Yandri Susanto berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai bentuk nyata implementasi Astacita Presiden Prabowo dalam memberantas kemiskinan dari bawah.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas sosial-ekonomi yang kuat sehingga masyarakat memiliki kemandirian dalam menjaga lingkungannya
dari pengaruh negatif kelompok teroris.(*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*