Editor 20 Mei 2026

Perisitiwa ini dikecam oleh anggota MPR RI, DR Hj Meity Rahmatia. Keprihatinannya terus berlanjut hingga dalam sosialisasi empat pilar, Rabu (20/05/2026) di Makassar, ia kembali mengusung topik tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak ini.

Meity merasa terpukul, peristiwa-peristiwa kekerasan pada anak dan perempuan masih terjadi di daerah berjuluk kota Daeng ini. “Saya sebagai perwakilan rakyat dari wilayah ini tentu saja sangat terpukul, kekerasan pada perempuan dan anak seperti mata rantai yang tak putus,” ungkapnya lirih.

Politisi yang terpilih dari Dapil 1 Sulsel pada Pileg 2024 lalu itu mengutip data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Makassar yang mencatat sebanyak 1.222 kasus kekerasan pada perempuan dan anak dalam kurun tahun 2025. Dan pada 2026, angka ini diprediksi tidak mengalami penurunan hingga akhir tahun karena disebabkan faktor-faktor seperti konten negatif dari media digital,efek Narkoba, taraf hidup atau kondisi ekonomi dan lain-lain.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*