Editor 16 Maret 2024

Kartun tersebut tidak hanya anti-Islam tapi anti-kemanusiaan, sebab tidak peka dan tidak memiliki Nurani terhadap penderitaan warga Palestina yang belakangan ini diserang bencana kelaparan sebab serangan dan blokade Israel. Pemimpin redaksi majalah Liberation, dimana Corinne Rey memublikasikan kartunnya itu bernama Dov Alvon, seorang mantan intelijen militer Israel Unit 8200. Sikap anti-kemanusiaan ini berkelindan dengan anti-Islam.

Aksi anti-Islam itu kita sebut karena ketidaktahuan. Artinya, jiwa dan pikirannya dipenuhi oleh kabut ketakutan dan kebencian terhadap agama Islam. Kebencian itu ditambah lagi dengan matinya hati nurani yang menyebabkan tidak ada kepekaan sama sekali terhadap masyarakat yang menjadi korban kebiadaban Israel. Semua dunia tahu bahwa Israel telah melakukan kebiadaban, bahkan genosida, pembersihan etnis di Palestina.

Dakwah terus berjalan

Sejak Islam hadir, gelombang kebencian terhadap Islam telah ada. Para sahabat Nabi yang menjadi korban adalah bukti bahwa pembenci Islam telah ada sejak awal. Namun, satu hal yang penting bagi Muslim adalah, apapun yang terjadi, Islam tetap harus didakwahkan dengan cara yang terbaik, yang hikmah dan mau’izhah hasanah atau suri teladan yang baik.

Tak jarang, orang yang sebelumnya anti-Islam kemudian diubah hatinya oleh Allah dan menjadi pendukung Islam yang luar biasa, misalnya Umar bin Khattab yang disegani dan ditakuti kaum Quraisy yang kemudian masuk Islam setelah mendengar surat Thaha.

Sebelumnya, Rasulullah pernah berdoa agar Umar atau Abu Jahal dapat memperkuat Islam, sebagaimana doa beliau yang mulia, “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan Abul Hakam bin Hisyam (Abu Jahal) atau Umar bin Khattab.”

Artinya, seorang yang anti-Islam harus disikapi dengan dakwah Islam, bahkan doa. Terkait dakwah, Allah berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imron: 104).

Sangat mungkin hati mereka membeku karena terlalu banyak konsumsi yang haram, sehingga hatinya tak mampu lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kekeraan hati itu bisa jadi juga ada pada umat Nabi Muhammad sehingga sulit menerima nasihat dan dakwah.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*