Editor 14 Oktober 2021

Tak hanya sampai di situ, lanjut Suwandi, upaya nyata Kementan dalam hal ini mendorong meminimalisir kehilangan hasil, salah satunya melalui pemberian bantuan fasilitasi sarana pascapanen. Di antaranya alat panen dan perontokan (combine harvester), sarana pengering (dryer) dan penggilingan (Rice Milling).

“Sesuai arahan Bapak Mentan SYL, Kita bantu petani semaksimalnya. Tim Terpadu Gerakan Serap Gabah Petani selalu sigap di lapangan bersama mitra menstabilkan harga gabah di tingkat petani,” tandasnya.

Perlu diketahui, sesuai data BPS, potensi panen pada Maret 2021 seluas 1,63 juta hektar dan April luas 1,67 juta hektar sehingga peran Kostraling terus ditingkatkan kegiatan serap gabah.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Tim GSGP secara terpadu bersama Kostraling, Pemda dan Bulog, kegiatan serap gabah petani sudah bergerak ke Banten sepakat menyerap 53.000 ton gabah, Jawa Barat 270.000 ton, Yogyakarta 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000 ton, Sragen 17.580 ton, Karanganyar 15.000 ton, Boyolali 24.092 ton, Grobogan 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton, Maros 2.000 ton, Barru 500 ton, di Sumsel targetnya 95.455 ton, NTB 40.000 ton, Tegal 11.000 ton, Brebes 11.000 ton, Kendal 6.200 ton kemudian realisasi serap Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu 750 ton dan beberapa kabupaten lainnya.(*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*