Meity juga mengingatkan masyarakat Indonesia, terus mengikuti perkembangan di Palestina agar tetap peduli. “Kita adalah bangsa yang menjujung tinggi kemerdekaan dan hak asasi manusia. Komitmen ini dituangkan dalam UUD 1945. Kita harus tetap mendukung Palestina, dan jangan kehilangan moment atas peristiwa yang terjadi disana,” terang Meity yang akhir-akhir ini banyak mengikuti isu HAM di Komisi Tiga Belas DPR RI.
Tantangan terhadap rencana Netanyahu saat ini juga datang dari dalam Israel sendiri. Sejumlah tokoh Israel dan kelompok oposisi pada pemerintahan Netanyahu menyebut rencana ini tak lebih dari apa yang dialami orang-orang Yahudi di masa Hitler. “Dengan berat hati saya katakan, ini semacam kamp konsentrasi,” ungkap mantan perdana menteri Israel, Ehud Olmert pada Minggu (13/7/2025). Ia menambahkan bahwa jika itu benar-benar dilakukan maka itu bentuk pembersihan etnis.





