“Mengapa perempuan harus hadir di ruang publik? Pertama, kita harus membangun pola pikir yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Ya, karena perempuan bukan sekadar pelengkap. Kehadiran perempuan akan mewarnai setiap kebijakan di ruang publik sehingga tidak bias terhadap kedudukan perempuan, dan mewakili kepentingan perempuan yang berjumlah besar dalam semua aspek kehidupan,” jelasnya di depan ratusan peserta yang hadir.
Dengan adanya kesadara tentang pentingnya peran peran tersebut, kata Meity, berbagai hambatan seperti budaya patriarki, beban ganda, dan stereotipe gender bisa dilewati.
“Saya sebagai perempuan ketika terjun ke dunia politik, saya membangun cara berpikir, kalau orang lain bisa, saya juga bisa. Yah, untuk merebut ruang di ranah publik, perubahan harus dimulai dari perspektif kita sebagai perempuan,”ungkapnya.
Selanjutnya, jelas politisi yang terpilih dari Dapil Sulsel I itu, perempuan mesti meningkatkan kapasitas atau kompetensi personalnya. Menguasai isu dan kebijakan publik, memiliki kemampuan publik speaking yang baik, dan memiliki kemampuan analisis.





