Tidak hanya itu, lanjutnya, perempuan juga memiliki personal branding yang otentik, jejaring dan solidaritas yang luas, serta membangun citra kepemimpinan perempuan yang melayani. “Jadilah diri sendiri. Tunjukkan sisi humanis serta profesionalitas kerja. Fokus satu bidang dan manfaatkan media digital sebagai ruang interaksi langsung dengan konstituen,” jelasnya.
Ada banyak tips tentang kepemipinan perempuan dibagi Meity kepada peserta dalam diskusi ini. Dan peserta pun menanggapinya dengan antusias. Beberapa peserta dari IMM bahkan tampil di depan forum menjawab tantangan legislator pusat tersebut untuk menunjukkan kemampuan berbicaranya di depan publik.
Kegiatan yang terselenggara selama beberapa jam itu, juga diapresiasi baik oleh Dr. Edi Jusriadi, S.E., M.M, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah sebagai tuan rumah. “Saya sangat menyambut baik kedatangan tamu kita, Ibu Meity. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen lembaga kami untuk berkolaborasi dengan semua pihak dalam pengembangan kapasitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah,” jelasnya saat memberikan sambutan di awal acara.
Acara ini akhirnya diakhiri dengan pembagian cinderamata, berupa buku empat pilar kepada setiap peserta. Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, Meity menyampaikan harapannya, tetap bisa bekerjasama dengan IMM dalam pengembangan kapasitas dan kepemimpinan mahasiswa di ruang akademik pada masa datang.





