Editor 18 September 2025

Kemenangan terhadap gugatan di WTO serta akan selesainya IEU-CEPA menunjukkan bahwa diplomasi perdagangan Indonesia kuat. Namun, sejalan dengan itu, masih ada tantangan selanjutnya lebih besar yakni memastikan ekspor berstandar hijau, berkelanjutan, dan tetap kompetitif di pasar global.

Dalam menghadapi tantangan perdagangan internasional tersebut, Indonesia masih disokong oleh kondisi perekonomian dalam negeri yang saat ini menunjukkan kesolidan. Kinerja kuartal kedua 2025 mencatatkan pertumbuhan 5,12% (yoy), didukung kinerja indikator utama seperti inflasi yang masih terkendali pada 2,31% (yoy), PMI manufaktur yang ekspansif pada angka 51,5, neraca perdagangan yang surplus senilai USD4,17 miliar pada Juli 2025, terjaganya konsumsi domestik seiring meningkatnya mobilitas dan membaiknya dunia pariwisata, serta peningkatan investasi.

“Kemarin, Pemerintah meluncurkan total paket sampai 17 paket. Terdiri dari delapan paket yang dilaksanakan tahun ini, salah satunya adalah program magang bagi mahasiswa, di mana mereka yang fresh graduate kita link-match dengan industri. Nah, itu kita akan membuat protokolnya antara Kemenristekdikti, Kemenaker, dan Kemenperin. Mereka kerja selama enam bulan dan akan diberikan semacam honor senilai UMP di daerahnya masing-masing. Mereka didorong untuk bekerja di sektor padat karya, dan tahun depan sektornya ditambah ke hotel, restoran, dan kafe,” jelas Menko Airlangga.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*