
Di pemilihan walikota Makassar 2020, empat pasangan calon resmi terdaftar sebagai kandidat. Setiap pasangan calon ini punya kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Terutama karena mereka “dikawinkan” oleh partai pengusungnya. Lazimnya “perkawinan politik”, chemistry hubungan politik mereka belum terukur. Bisa jadi justru mereka saling melengkapi dan memperluas basis dukungan, bisa juga sebaliknya justru menggerus elektabilitas pasangan. Apalagi jika keduanya berasal dari basis sosiokultural yg berbeda.
Tantangan bagi calon pasangan yang tidak memiliki investasi sosial politik di kota Makassar. Mereka harus bekerja ekstra, untuk mensosialisasikan diri di situasi pandemi Covid 19.





