Editor 13 Oktober 2020

Di beberapa potret survey, posisi elektoral petahana masih leading, tetapi dengan jarak yg sangat komptetitif dengan penantangnya. Tingkat persaingan masih ketat. Peluang bagi penantang masih terbuka, tentu saja dengan memaksimalkan sumberdaya elektoral yg di miliki. Sampai di last minute pemilihan.

Memang Pilwali Makassar ini bisa di lihat secara dramaturgis. Di panggung depan seperti hanya pertarungan “orang-orang kecil”, sebab “orang-orang besar” lah sedang bertarung di panggung belakang. Pertarungan para patron politik tradisional.

Semua kandidat punya ketergantungan yang tinggi pada patron politiknya. Tentu saja kualitas ketergantungan itu bisa berbeda. Kita bisa saksikan di setiap momen sosialisasi kandidat saling berlomba mengidentifikasi diri dekat dengan tokoh politik tertentu.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*