Editor 13 Oktober 2020

Politik yg berbasis patronase seperti itu tidak melihat pemilih sebagai subjek yang otonom. Menggiring dukungan patron, berati menggiring suara pemilih yang memiliki hubungan followership (kepengikutan) pada patronnya. Pemilih hanya di lihat sebagai voters, yang mengikuti patronnya. Bukan demos, yang bebas menentukan pilihan2nya secara otonom.

Penulis Oleh : A Luhur Prianto, Pengamat Politik Pemerintahan Unismuh Makassar

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*