| Aspek | Kubu Pemerintah & Pendukung | Kubu Masyarakat Oposan & Kritikus |
|---|---|---|
| Aktor Utama | Presiden, Menteri (HAM, Pendidikan), Partai Koalisi (PSI) | Partai Oposisi (PDI-P) , Akademisi UI/UGM , LSM (TI Indonesia, CISDI) , Tokoh Masyarakat (Mahfud MD) |
| Argumen Utama | Program strategis untuk pemenuhan gizi dan HAM. Fokus pada dukungan dan pengawasan agar tepat sasaran. Anggaran sudah sesuai kesepakatan DPR . | Tata kelola lemah, tidak profesional, dan berpotensi korupsi. Anggaran membebani pos pendidikan. Target program salah arah (kuantitas vs kualitas). Tidak berdampak pada petani lokal . |
| Platform Dominan | Konten seremonial di Instagram, pernyataan resmi di media. | X untuk kritik dan verifikasi data , Instagram untuk reel edukasi dan keluhan , Seminar/webinar akademis . |
Pertarungan wacana MBG di media sosial mencerminkan kegagalan komunikasi publik dan lemahnya transparansi dari pihak pemerintah. Publik bergerak dari sekadar penerima informasi menjadi aktor verifikator yang secara aktif membandingkan janji dengan realitas. Sentimen negatif yang dominan tidak bisa diabaikan sebagai sekadar “suara oposan”, melainkan merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap eksekusi program di lapangan dan ketidakjelasan sumber anggaran.
Dalam beberapa tahun kedepan, pertarungan wacana tentang MBG tampaknya memiliki intensitas lebih tinggi. Pemerintahan Prabowo, termasuk Prabowo sendiri, tak henti-hentinya membela program ini di berbagai media. Terakhir, ia bahkan terkesan reaktif dan emosional yang dibaca melalui pernyataannya yang meminta kepada staf kepresidenan, Muhamad Qodari untuk mengabadikan setiap kritik untuk ditonton bersama di istana. (*)





