Celebesupdate.com, Gaza-Serangan udara dan militer Israel di Jalur Gaza kembali meningkat pada akhir pekan dan awal minggu ini, dengan laporan sumber medis Palestina menyebut puluhan warga sipil tewas akibat gelombang serangan di berbagai kawasan perkotaan Gaza. Serangan‑serangan ini termasuk bom udara yang mengenai permukiman padat penduduk, menyebabkan kematian puluhan orang, termasuk perempuan dan anak‑anak, serta puluhan lainnya luka berat akibat runtuhan dan ledakan. Intensitas serangan terjadi meskipun ada gencatan senjata yang disepakati sebelumnya, menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih sangat rapuh dan penuh kekerasan.
Serangan udara Israel terbaru menewaskan sedikitnya 30 warga Palestina, termasuk anak-anak, di berbagai wilayah Gaza pada Sabtu (31/1/2026).
Gencatan senjata diguncang oleh pelanggaran dan serangan baru
Sejak implementasi rencana perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat pada akhir 2025, terdapat fase kedua dari gencatan senjata, tetapi laporan menunjukkan bahwa Israel tetap melakukan serangan udara yang menewaskan puluhan warga Palestina dalam beberapa hari terakhir di Gaza, termasuk di daerah padat penduduk seperti Gaza City dan Khan Younis. Serangan ini dipandang oleh para mediator dan negara tetangga sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang tengah diuji di tengah tekanan internasional untuk stabilitas yang lebih luas.
Korban tewas terus bertambah, termasuk di minggu ini
Kementerian Kesehatan Gaza dan sejumlah sumber lokal melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir jumlah warga Gaza yang tewas akibat serangan Israel meningkat lagi, termasuk di antaranya puluhan orang tewas akibat serangan udara terbaru. Data yang dihimpun juga menunjukkan bahwa meskipun intensitas harian mungkin menurun dibanding fase awal perang, kekerasan tetap menyebabkan kematian secara konsisten.
Total korban jiwa sejak 7 Oktober 2023 terus mendekati angka tertinggi
Sejak agresi besar‑besaran Israel ke Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, kementerian kesehatan setempat serta sejumlah badan internasional melaporkan jumlah korban jiwa yang terus meningkat secara dramatis. Menurut angka terbaru yang diakui secara luas oleh banyak sumber, termasuk pengakuan pihak Israel terhadap statistik otoritas kesehatan Gaza, total warga Gaza yang tewas mencapai sekitar 70.000 lebih. Angka ini mencakup sebagian besar warga sipil, termasuk perempuan dan anak‑anak, serta ribuan lainnya dilaporkan hilang atau tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur.
Dampak kemanusiaan yang sangat luas
Selain korban jiwa, perang ini telah menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat parah. Infrastruktur medis dan fasilitas publik di seluruh Gaza hancur atau rusak parah, rumah sakit kekurangan persediaan, dan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal mereka. Situasi ini diperparah oleh blokade yang membatasi masuknya bantuan serta kesulitan akses bagi para evakuasi medis melalui perbatasan.
Respon internasional dan upaya diplomatik berlanjut
Sementara serangan dan kewalahan kondisi kemanusiaan berlanjut, berbagai negara dan organisasi internasional menyerukan penghormatan terhadap gencatan senjata dan akses bantuan yang tidak terhalang ke Gaza. Beberapa pihak juga menekan untuk pembentukan mekanisme damai jangka panjang yang adil bagi warga sipil. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kekerasan dan korban jiwa masih terus berlanjut, tanpa ada solusi cepat yang tampak dalam waktu dekat.(*)





