“Meski berakar pada budaya kehidupan Bulan Suci Ramadhan, kuliner dan pasar takjil menjadi ruang yang aman dan menguntungkan semua orang. Tidak hanya dari kalangan umat Islam, tetapi juga dari penganut agama lain. Di sana orang-orang bertemu tanpa melihat latar belakang,” jelasnya.
Menurut paparannya di depan peserta, Meity berharap Bulan Suci Ramadhan yang rencana jatuh pada 19 Februari 2026, dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Puasa bisa membentuk perilaku warga yang tertib, loyal, teratur dan disiplin. Dan bagi pejabat, puasa dapat membentuk pribadi amanah, jujur, berintegritas dalam menjalankan tugas dan tanggungnjawabnya. Dalam konteks bernegara, inilah yang diinginkan dari sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa,” pungkasnya.





