Editor 10 Februari 2026

Sementara itu, melengkapi sosialisasi ini, Abdul Wahid menambahkan bahwa empat pilar sejatinya beriringan dengan ibadah menuju tingkat takwa yang akan dicapai umat Islam dalam Ramadhan. “Pancasila sebenarnya  mengikat setiap perilaku masyarakat Indonesia yang harus terikat pada moral agama,” ungkapnya.

Bulan Ramadhan adalah madrasah ruhiyah, kata Ustad Wahid. Yaitu sebuah ruang pendidikan jiwa yang tujuan utamanya adalah mencetak insan-insan bertakwa. Takwa, dalam esensinya yang paling dalam, bukan hanya tentang hubungan vertikal kepada Allah SWT (hablum minallah), tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap dan berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (hablum minannas). “Di titik inilah, benang merah antara ibadah Ramadhan dan Empat Pilar Kebangsaan saling terkait,” katanya.

Pancasila sebagai Landasan Akhlak Berbangsa. Sejalan dengan puasa yang membentuk pribadi yang jujur, adil, dan peduli. “Rasa lapar dan dahaga saat puasa melatih kita untuk peka terhadap penderitaan orang lain, mendorong tumbuhnya jiwa sosial yang merupakan perwujudan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Pengendalian diri dari hawa nafsu selama Ramadhan adalah latihan intensif untuk mewujudkan keadilan sosial, di mana kita tidak serakah dan mampu berbagi dengan sesama. Puasa adalah sekolah karakter, dan Pancasila adalah bingkai karakter bangsa yang ideal. Demikian pula tiga pilar lainnya, ” tutup Wahid.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*