“Satu kontainer itu biayanya Rp 30 juta, apalagi biaya masuk juga tidak ada dan ini kan hibah. Kita cuma membayar ongkos.
Ini tentu lebih hemat dari segi anggaran, tapi tidak berarti layanan pada masyarakat itu harus terhenti,” ujarnya.
“Ini akan meringankan beban APBD daerah, sehingga kita berharap seluruh proses administrasi bisa lebih cepat, sehingga tidak menyulitkan pemberi hibah untuk menampung Damkar dan ambulans. Ini udah secara resmi penyerahan dihadiri Dubes Jepang, dari Presiden Toyota Cocy maupun Toyota Ehime, Gubernur Ehime tentu ini akan semakin memperluas lagi kerjasama kita, dan ini suatu hal yang menggembirakan pada kita,” jelasnya.





