“Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah untuk dewasa dan lansia, serta pengukuran suhu tubuh pada anak-anak. Keluhan yang paling banyak dirasakan warga adalah sakit kepala, nyeri ulu hati, radang tenggorokan, nyeri punggung, batuk pilek, dan demam,” jelas mahasiswa STIBA itu.

Ashry melanjutkan, akses yang sulit dijangkau akibat genangan air Tim menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, tak jarang harus berjalan kaki menuju daerah terdampak banjir. Rencananya selain dua program tersebut, akan ada program bagi penyintas banjir.





