Berdasarkan hasil asesmen, ditemukan bahwa anak binaan masih kerap menunjukkan perilaku agresi dalam interaksi sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan psikoedukasi dilakukan guna meningkatkan pemahaman peserta mengenai perilaku agresi serta cara mengontrol emosi dengan lebih baik.
“Anak-anak perlu memahami bahwa emosi marah itu wajar, tetapi cara mengekspresikannya harus tepat agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Ibu Kurniati Zainuddin, S.Psi., M.A dalam penyampaian materinya.





