“Wilayah Mediterania, di mana kebakaran hutan terbesar telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, menjadi wilayah yang akan paling terpengaruh oleh perubahan iklim. Ketika suhu yang sangat tinggi dan kelembaban yang sangat rendah digabungkan dengan angin kencang, menjadi sulit untuk mengendalikan kebakaran hutan,” ujar dia.
“Kami harus membayar harga yang mahal dari semua kondisi negatif ini dengan serangkaian kebakaran hutan yang dimulai pada 28 Juli. Tahun ini, kami memerangi 299 kebakaran hutan dan 255 kebakaran pedesaan di 54 provinsi di negara kami,” tukas Erdogan sebagaimana dikutip di anadolu.(*)





