Editor 16 November 2020

“Jangan percaya 100 persen pada survei,  kalaupun misal survei kita tertinggi, jangan menjadi jumawa, sehingga merasa sebelum hari H kita sudah menang.  Pada sisi yang lain, kalaupun misal posisi paling rendah,  apalagi lembaga survei bukan dari kita, maka jangan terlalu meyakinkan, bisa jadi itu pesanan pihak tertentu”, tegasnya kepada wartawan dalam sesi tanya jawab, Sabtu (14/11/2020).

Presiden yang biasa disapa kang Asyik, menceritakan pengalamannya ketika menjadi calon Wakil Gubernur pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2018. Hasil survei menunjukkan dirinya selalu di posisi bawah. Namun ketika perhitungan suara, nilainya berbeda jauh dari hasil survei.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*