Editor 5 Juli 2022

“Semoga forum ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa, peneliti maupun para praktisi di dunia politik, keamanan global, dan kejahatan dunia maya untuk menjalin kerja sama dengan universitas di Amerika,” harap Atdikbud Popy.

Tiga mahasiswa program master dan doktoral asal Indonesia secara khusus diundang dalam acara untuk mempresentasikan riset terkini mereka. Muhammad Taufiq al Makmun, mahasiswa program doktor bidang American Cultural Studies di Bowling Green State University membagikan rencana riset disertasinya yang berjudul Globalized Solo: The Changing Landscape of an Indonesian City.

Menurut Taufiq, risetnya ini meneliti tentang bagaimana perkembangan budaya mempengaruhi perkembangan spasial atau lanskap sebuah kota, termasuk Kota Solo.
“Studi saya sangat terkait dengan pertumbuhan lanskap tata kota yang tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan kebudayaan yang dipengaruhi oleh budaya global. Bagi Kota Solo, kajian ini dapat menjadi bahan refleksi pertumbuhan kota dan sumber informasi bagi perencanaan pengembangan kota Solo ke depan,” jelas Taufiq.

Hadir pula Netty Herawaty, mahasiswa program doktor di School of Politics and Global Studies, Arizona State University. Netty tertarik mengkaji alasan terjadinya dinasti politik di lembaga legislatif di Indonesia melalui pendekatan institusional, menguji secara empiris relasi antara hubungan kekerabatan atau dinasti politik dan pemilihan calon legislatif di parlemen, dan konsekuensinya terhadap keterwakilan perempuan di Indonesia.

“Semoga riset saya bisa berkontribusi pada pengumpulan data hubungan kekerabatan di Indonesia yang sampai sekarang masih belum komprehensif, memberikan alternatif pendekatan pada riset politik di Indonesia yang kebanyakan menggunakan riset kualitatif, dan bisa memberikan rekomendasi kebijakan terkait dengan sistem pemilu di Indonesia,” ucap Netty.

Seorang awardee LPDP yang juga merupakan anggota Kepolisian Republik Indonesia, Laurensius Nevin Inderadewa, juga turut membagikan pengalaman studinya di New York University (NYU), School of Professional Studies. Setidaknya ada dua alasan mengapa Nevin memilih Amerika untuk melanjutkan studi Master of Science bidang Global Security, Conflict, and Cybercrime.

“Saya memilih studi di Amerika Serikat karena AS merupakan negara adidaya atau superpower yang  menjadi pusat perkembangan teknologi di dunia. Amerika juga memiliki sistem penegakan hukum yang komprehensif, baik dari alat-alatnya, alur kerjanya, risetnya, dan juga pembagian tugasnya yang membuat Amerika memiliki sistem penegakan hukum yang unggul di dunia,” tutur Nevin.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*