Editor 26 Oktober 2020

Oleh : dr Syukri Mawardi

Vaksin itu ada yang alamiah, ada yang buatan. Vaksin alamiah didapat secara “gratis” sebagai bentuk reward dari kemampuan tubuh melawan kuman. Bisa dikatakan ini adalah proses alami dalam tubuh.

Vaksin buatan dibuat dengan meniru mekanisme vaksin alamiah terbentuk. Namun, ternyata begitu rekayasa Allah sebagai pencipta ingin kita tiru, prosesnya menjadi tidak mudah dan tidak gratis.

Karena tiruan, tentu membutuhkan modal dalam membuatnya. Modal ilmu, riset, pikiran, waktu, tenaga hingga biaya. Yaah sederhana sajalah analoginya. Fenomena ombak tsunami kecil kini sudah anda dapat nikmati dengan aman di wahana air. Tentu dengan tiket masuk yang berbayar.

Nah, that’s one side dari vaksin

Sisi lainnya adalah kemanusiaan. Hingga hari ini saya percaya bahwa vaksin itu adalah karya akumulatif antar generasi dari sejarah panjang manusia untuk tetap bertahan sebagai spesies. Insting mendrive manusia agar senantiasa bertahan menghadapi gempuran zaman.

Nah, that’s another side..

Vaksin yang diproduksi hanya akan efektif jika digunakan oleh banyak orang. Hitungan pemerintah untuk vaksin covid ini adalah sekitar 70% jumlah penduduk. Artinya sekitar 150-160 juta dosis vaksin. Itu jika sekali penyuntikan, jika harus dilakukan boster (pengulangan) maka harus diedarkan 320 juta dosis vaksin. Jumlah yang tidak sedikit.

Berangkat dari masalah ini akan muncul sisi baru yaitu politik. Bukan hanya mengatur jumlah kurang lebih 320 juta dosis, tapi perusahaan farmasi mana yang siap dan akan mengcover pengadaan jutaan dosis tadi. Tanpa berpikir keraspun kita sudah mengetahui berapa banyak lobi demi lobi untuk memenangkan “bisnis” ini. suka tidak suka, mau tidak mau itu adalah keputusan politik.

Inilah sisi yang paling kontroversial. Penganut kepercayaan konspirasi paling suka bab ini

Baik, jika anda menganggap ketiga sisi diatas adalah dark side, kita tetap masih memiliki secercah harapan. Harapan itu datang karena vaksin itu adalah produk saintifik (ilmiah). Risetnya bertahap, berjenjang, terkontrol dan trasnparan.

Makanya, mari kita terus mendukung dan mendoakan agar riset vaksin ini dapat terselesaikan sesuai prosedur standar, tidak perlu tergesa-gesa. Mari mengambil peran dengan memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat. Mari tetap mengambil peran dengan mengawasi bersama proses riset dan produksi vaksin ini.

Produk yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus benar-benar diperhatikan kualitasnya. Manfaat dan keamanannya adalah yang paling utama. Kita mendukung segala upaya untuk produksi vaksin tapi dengan prosedur yang bertahap dan berkualitas, tidak perlu tergesa-gesa karena ketergesagesaan itu dari syaithan.

Ingat, vaksin itu adalah produk ilmiah, bukan produk politik

Paccinongang, 26 Oktober 2020

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*