Editor 9 Desember 2025

Celebesupdate.com, Makassar-Sosialisasi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih popular disebut Empat Pilar MPR RI, merupakan kegiatan resmi MPR.

Kegiatan ini perintah dari UU. No. 17 Tahun 2014 yang bisa diselenggarakan di komplek gedung wakil rakyat maupun di berbagai tempat lain seperti sekolah, kampus, pesantren, dan di perkampungan masyarakat. Peserta sosialisasi bisa dari berbagai kalangan, pelajar, mahasiswa, santri, guru, buruh, TNI, Polri, dan kelompok masyarakat lainnya di dalam negeri maupun di luar negeri.

Melaksanakan tugas tersebut, anggota MPR RI, Dr Hj Meity Rahmatia, melaksanakan sosialisasi di Makasar selama dua hari berturut di empat tempat berbeda. Salah satunya ia selenggarakan di Hotel Grand Asia, Makassar, pada tanggal 9 Desember 2025.

Acara yang berlangsung pagi hari itu diikuti oleh ratusan orang tokoh masyarakat dari wilayah Kabupaten Takalar, Gowa dan Kota Makassar. Mereka menyambut baik kehadiran politisi yang terpilih dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I pada pemilihan legislatif 2024 lalu tersebut.

“Sosialiasi empat pilar ini bertujuan untuk menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Jika konsep empat pilar ini dipahami dengan baik maka tidak akan ada perbedaan yang membuat negara kita menjadi rapuh,” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa sudah seyogyanya generasi saat ini meneladani pemikiran dan karakter para pendiri bangsa yang lebih mengedepankan persatuan dalam merumuskan dasar-dasar bernegara. “Mereka mempertemukan pendapat-pendapat mereka agar bisa membangun sebuah bangsa dan negara yang besar dan kuat, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangya.

Menurut Meity, dalam perumusan dasar negara Pancasila di sidang BPUPKI misalnya, para tokoh-tokoh nasional yang terlibat di dalam peristiwa itu pada awalnya memiliki banyak perbedaan. Seringkali terjadi silang pendapat tentang rumusan Pancasila. Tapi seiring waktu, perbedaan itu dapat diatasi dengan munculnya satu konsep yang menyatukan semua pihak. Dan dengan itu, bangsa Indonesia kemudian bersatu.

“Meski dalam sejarah, dinamika politik selalu mewarnai perjalanan Sejarah bangsa Indonesia. Tapi itu biasa saja selama persatuan selalu kita jaga,” katanya.

Uraian tersebut turut diamini narasumber lainnya. Zulkifli seorang aktivis yang mewakili anak muda dalam kegiatan ini juga menyampaikan pentingnya semangat persatuan di tengah krisis identitas pada era saat ini.

Krisis ini disebabkan kian kaburnya nasionalisme akibat hilangnya batas negara dalam pergaulan di platform media sosial. “Informasi yang melimpah dan ruang pergaulan sosial yang luas tanpa dibatasi oleh negara seringkali mengaburkan cara pandang kita tentang konsep nasionalisme ini. Identitas kita sebagai sebuah bangsa Indonesia hanya bisa dipertahankan melalui empat pilar ini,” jelasnya.

Akvitis yang akrab disapa Zul itu juga menambahkan perlunya sosialisasi empat pilar melibatkan kalangan anak muda dan gen z. “Bagaimanapun hari esok dan masa depan adalah milik anak-anak muda hari ini. Merekalah yang akan menentukan seperti apa bangsa ini di masa depan,” pungkasnya.

 

 

 

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*