Editor 20 Mei 2026

Celebesupdate.com, Makassar-Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali mencuat di Kota Makassar dalam beberapa waktu ini. Diantaranya yaitu penyekapan seorang mahasiswi asal Kalimantan MA (21) oleh pelaku penipuan berbasis daring berinisial FR (33)  yang menyita perhatian dan kemarahan publik di kota ini pada awal bulan Mei 2026.

Tak hanya mengalami kekerasan fisik, korban juga mengalami kekerasan seksual yang meninggalkan tekanan psikis dan trauma. Korban membeberkan kepada aparat keamanan, ia mengenal pelaku lewat media sosial dan mendapat iming-iming lowongan kerja sebagai baby sitter. Entah mengapa, ia percaya, dan akhirnya datang ke Makassar, menuju alamat yang ditentukan pelaku di sebuah kawasan perumahan Jalan Metro Tanjung Bunga.

Disanalah korban disekap selama tiga hari. Pelaku menghilang dan meninggalkan korban dalam keadaan tangan dan mulut yang terikat kain. Beruntung, pemilik rumah segera menemukan korban. Dalam beberapa hari kemudian pelaku juga berhasil ditangkap aparat kepolisian di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Perisitiwa ini dikecam oleh anggota MPR RI, DR Hj Meity Rahmatia. Keprihatinannya terus berlanjut hingga dalam sosialisasi empat pilar, Rabu (20/05/2026) di Makassar, ia kembali mengusung topik tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak ini.

Meity merasa terpukul, peristiwa-peristiwa kekerasan pada anak dan perempuan masih terjadi di daerah berjuluk kota Daeng ini. “Saya sebagai perwakilan rakyat dari wilayah ini tentu saja sangat terpukul, kekerasan pada perempuan dan anak seperti mata rantai yang tak putus,” ungkapnya lirih.

Politisi yang terpilih dari Dapil 1 Sulsel pada Pileg 2024 lalu itu mengutip data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Makassar yang mencatat sebanyak 1.222 kasus kekerasan pada perempuan dan anak dalam kurun tahun 2025. Dan pada 2026, angka ini diprediksi tidak mengalami penurunan hingga akhir tahun karena disebabkan faktor-faktor seperti konten negatif dari media digital,efek Narkoba, taraf hidup atau kondisi ekonomi dan lain-lain.

“Masalah ini menjadi pekerjaan rumah bersama, seluruh elemen bangsa. Kita harus memulai membangun edukasi yang dimulai dari keluarga. Penguatan nilai-nilai dan budaya anti kekerasan yang berbasis kearifan bangsa Indonesia dalam empat pilar. Nilai-nilai ini harus dibumikan kepada generasi mud akita,” jelasnya di depan ratusan peserta sosialisasi yang mewakili lapisan masyarakat Makassar.

Menurut Meity, ancaman kehidupan berbangsa tidak selalu pada masalah stabilitas keamanan. Tapi juga terkait stabilitas sosial. “Masalah sosial ini bahkan sangat fundamental dalam struktur bangunan kehidupan berbangsa. Tinggi rendahnya peradaban sebuah bangsa diantaranya dilihat dari tingkat harmoni sosialnya,” tutupnya.

 

 

 

 

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*