Editor 5 Juli 2022

Celebesupdate.com, Washington, D.C. Peradaban modern telah menyaksikan peran internet sebagai wadah komunikasi dan informasi, termasuk informasi politik. Masifnya penggunaan iinternet saat ini, khususnya dalam media sosial, berdampak pada keamanan dunia maya atau cyber security. Isu keamanan siber, khususnya tentang kejahatan siber (cyber crime) merupakan topik penting bagi Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan pengguna internet dan gawai terbanyak di dunia.

Hal ini diungkapkan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat, Rosan Roeslani, dalam Webinar Bincang Karya (Bianka), Selasa, (28/6). Diucapkan Dubes Rosan, era digital saat ini membuat pengguna internet semakin meningkat. “Internet menjadi sebuah platform publik baru yang mempengaruhi perkembangan politik di Indonesia. Penggunaan media sosial, contohnya, mampu meningkatkan kesadaran politik masyarakat sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam politik,” ucap Rosan.

Namun, ditambahkan Dubes Rosan, peningkatan jumlah pengguna internet juga diikuti bertambahnya jumlah ancaman dunia maya atau cyber threats seperti terorisme siber, perundungan elektronik, stalking atau pengintaian, peretasan (hacking), pencurian identitas (identity theft), pembajakan piranti lunak (software piracy), penipuan di internet (internet fraud) dan lain sebagainya.

Untuk itu, Indonesia perlu meningkatkan sistem keamanan dunia mayanya. “Semoga ke depannya akan semakin banyak ahli di bidang keamanan siber untuk mengantisipasi ancaman-ancaman ini,” harap Rosan.

Direktur Riset Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Wisnu Sardjono, mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak kajian dan talenta dalam bidang ilmu politik dan keamanan global untuk mencegah kejahatan global yang semakin merajalela.

“Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan jumlah profesional dan peneliti Ilmu politik dan kriminologi di Indonesia, salah satunya melalui LPDP dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk mengejar gelar Master dan Ph.D dalam bidang ilmu politik dan studi global di universitas-universitas terkemuka, termasuk di Amerika Serikat,” tutur Wisnu.

Senada dengan hal tersebut, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Republik Indonesia di Washington, D.C., Popy Rufaidah, mengungkapkan Bianka ditujukan bagi promosi minat studi ke Amerika Serikat sekaligus menjadi wadah komunikasi dan kerja sama bidang pendidikan maupun riset antara Indonesia dan Amerika Serikat bidang studi politik, kajian budaya dan keamanan siber.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*