Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di UTS Makassar
Anda pernah menyaksikan bela diri Jujitsu dipraktikkan? Sesaat sebelum menulis artikel ini, penulis tak sengaja menontonnya di sebuah stasiun televisi. Tampaknya, olah raga bela diri ini, salah satunya, menitikberatkan pada kemampuan individu mengunci lawan. Menguncinya lawan hingga tak berdaya.
Kalau dipikir-pikir, idealnya, pemain jujitsu yang terlibat dalam pertandingan, keahliannya sama. Karena mereka dipilih dari terbaik di antara atlit yang terbaik. Dan, sebelum pertandingan, mereka telah dilatih dengan keras. Dilatih jadi pemenang. Itu biasanya dilakukan dalam Training Camp (TC), dan berlaku di semua seni bela diri yang dipertandingkan.
Yang paling penting pula, potensi kemampuan yang dimiliki seorang jujitsu, karena mereka mempelajari seni bela diri dengan prinsip dan jurus yang sama. Sebab itu, dalam pertandingan bela diri, atau seni bela diri apapun, penulis beranggapan, kemenangan mungkin lebih ditentukan kemampuan individu memanfaatkan momentum. Melumpuhkan dan mengunci lawan saat lemah, dan lengah.





