Bagaimana seseorang tahu persis corak sebuah benda. Selain pengetahuan luas. Dipastikan, orang itu memiliki pandangan yang teliti, juga detail. Coba bayangkan seseorang, tiba-tiba merasa tahu corak seekor ayam burik yang dipandangnya dari jarak jauh. Kalau pandangannya tidak tajam, yang mungkin, ia telah melihat ayam burik sama sebelumnya. Bisa jadi pula, ia pakar ayam burik. Tahu seluk beluk ayam burik, karena punya peliharaan ayam berbagai jenis, termasuk yang burik. Singkatnya, kenal sifat, karakater, dan perbuatan, seeekor ayam misalnya, karena memiliki pengetahuan atasnya. Pengetahuan yang lahir dari relasi intensif sebelumnya.
Nah, bisa dibayangkan, dalamnya pengetahuan, seorang yang tahu jurek atau corak kawannya. Sedalam pengetahuan, terhadap corak ayam burik. Istilah ini sama dengan makna istilah satu jurus. Sama-sama merujuk pada konsep komunikasi saling mengunci dua individu atau lebih. Nah, apakah anda melihat banyak fenomena ini di Indonesia? Kalau, ya. Pikirkan diri anda sekarang, bagaimana kelak, tidak terkunci dalam jaringan sosial, ekonomi, dan jaringan kekuasaan (politik). Tujuannya, satu. Memberi kepastian, negara ini akan lebih baik di masa mendatang.(*)





