Anak muda dalam hal ini Generasi Milenial dan Gen Z menghadapi tantangan yang tentu saja tidak mudah terutama disrupri teknologi, jika sebelumnya ekonomi ditopang dari sektor ekstraktif saat-nya mulai memikirkan industri kreatif yang lokomotifnya anak muda.
Tantangan Disrupsi teknologi, yakni terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena digitalisasi, dalam hal ini: pertama, kecepatan kekuatan pemrosesan yang meningkat berkali lipat dari sebelumnya. Kedua, Big Data yang telah menjadi sumber daya “minyak” baru di abad ke-21. Ketiga, Internet Of Things dan Kelima,kecerdasan buatan (AI) yang dalam 5-10 tahun mendatang, akan mampu melakukan sebagian besar tugas-tugas manusia dengan lebih baik.
Tentu saja hal tersebut menjadi PR bersama yang tidak boleh dipandang sebelah mata oleh pemerintahan baru yang akan datang, dari pusat hingga daerah harus terjadi koordinasi dan sinkronisasi secara baik agar mampu memanfaatkan bonus demografi. Saya termasuk yang optimis terhadap visi menuju Indonesia Emas, hal tersebut tentu saja ditopang oleh program-program yang telah disampaikan Presiden terpilih, makan bergizi gratis untuk menurunkan angka stunting, layanan kesehatan dan pendidikan yang semakin inklusif merata, serta membina dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jika kita ingin cita-cita Indonesia mas 2045, tentu saja kita membutuhkan kerja bersama, meminjam istilah Bung Karno “Gotong Royong” harus menjadi spirit di dalam kehidupan kita. Kedepan tidak hanya transfer Knowledge tetapi juga transfer teknologi menjadi keniscayaan menuju cita-cita bersama masyarakat adil dan makmur.(*)





