Beberapa pekan lalu saya membaca artikel tentang “bradykinin storm” yang melanda sel-sel tubuh manusia sesudah diserang COVID-19. “Badai” itu berhasil di-simulasi oleh super-komputer (kedua tercepat di dunia) setelah mengolah milyaran data selama sepekan terus-menerus.
Terus-terang saya tidak bisa memahami sepenuhnya artikel (medik) itu, kecuali sedikit dari perspektif (sempit) teori kendali yang saya mengerti.





