Kegiatan ini rutin dilakukan dengan melibatkan generasi muda. Terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Termasuk pula lembaga swadaya masyarakat yang konsentrasi pada pelestarian lingkungan dan kegiatan budidaya berkelanjutan.
Adalah Mat Fahrur, satu dari sekian anggota tim peneliti budi daya perikanan air payau yang ditugaskan khusus dalam kegiatan tersebut. Ia melakoni tugas dengan serius, yaitu menularkan bagaimana cara pembibitan mangrove kepada mahasiswa. Mangrove yang ia bibitkan nantinya dimanfaatkan untuk menjaga kualitas air untuk budidaya udang windu.
“Mangrove juga bisa menahan abrasi dari air yang mengalir keluar masuk ke lautan. Menjaga pematang-pematang tambak agar tidak cepat mengecil karena adanya gerakan saluran air. Mangrove juga menjadi habitat dari beberapa hewan air seperti kepiting. Yang paling penting hutan Mangrove menjaga kualitas air pesisir yang dimanfaatkan untuk budidaya udang windu dan ikan bandeng di tambak”, ungkap Mat Fahrur ketika ditemui Mangnguki di tengah aktivitasnya membiakkan Mangrove di instalasi milik kantornya.





