Editor 21 November 2020

Praktik tanam Mangrove dengan media sediman tambak juga dilakukan Mat Fahrur dan kawan-kawan. Sediman tambak hasil penelitian mereka mempercepat pertumbuhan dan perkembangan bibit Mangrove. “Kami memanfaatkan limbah padat maupun cair dari tambak udang. Bila limbah tersebut dibuang langsung ke perairan maka menurunkan kualitas air pesisir. Oleh karena itu kami membuat riset instalasi tambak super intensif. IPAL yang kami bangun bisa menurunkan kadar TSS”, jelasnya.

Menurut Fahrur, padatan tersebut dapat digunakan menjadi pupuk organik. Mereka tentu meramunya dengan beberapa bahan lainnya. “Bisa digunakan untuk semua tanaman. Langsung juga dimanfaatkan tanpa proses pada pembibitan Mangrove. Setelah dicoba, pertumbuhan Mangrove lebih bagus, sehingga kami sosialisasikan untuk dimanfaakan masyarakat”, tambah Fahrus sekaligus menutup keterangannya.

Pemanfaatan sedimen ini terus dikembangkan. Pihak Balai Budidaya Air Payau berharap hasil penelitian terapan mereka dapat segera bermanfaat di tengah masyarakat peisisir.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*