Meihat fenomena umum yang terjadi di bulan Ramadan, masyarakat kita mulai disibukkan dengan kegiatan persiapan menyambut hari raya Idul Fitri. Kegiatan berbelanja pakaian baru, membuat camilan atau kue-kue lebaran, memperbaharui cat rumah, dan lain-lain yang kadang menyita waktu dan tenaga. Hal ini menyebabkan mereka tidak lagi fokus beribadah.
Di saat kritis inilah, Allah memberikan sebuah “hadiah istimewa” bagi hamba-hamba-Nya yang tetap menjaga ibadah dan amalan-amalannya di akhir Ramadhan, berupa “malam kemuliaan” atau Lailatul Qadr. Malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Ibadah dan amal saleh yang dilakukan pada malam itu, akan bernilai lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan.
Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan untuk menyiapkan diri menggapainya? Terutama bagi muslimah yang mungkin saja pada malam-malam terakhir Ramadan, mengalami haid sehingga terhalang dalam melakukan shalat tahajjud dan tilawah Al Quran.





