Kerja sama ini, lanjut Uuf, akan mencakup pada 8 aspek, mulai dari penyelarasan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, penyediaan pendidik tamu dari DUDI di satuan pendidikan vokasi, pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana, sertifikasi kompetensi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik, praktik kerja lapangan dan/atau magang, rekrutmen lulusan pendidikan vokasi, dan pemberian beasiswa.
Sementara itu, Direktur Utama PT Gamecomm Indonesia Networks, Sere Kalina Florencia, mengatakan bahwa sebagai industri yang terus berkembang, industri gim di Indonesia kesulitan untuk mencari SDM yang sesuai. Oleh karena itu, pihaknya mengaku sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan dalam kerja sama tersebut.
“Kami sudah menyiapkan serangkaian program dan berharap kerja sama ini adalah langkah awal dan berkelanjutan untuk menyiapkan SDM untuk industri gim, baik skala nasional maupun internasional,” kata Sere.(*)
*sumber kemendikbudristek





