
Saya memulai dengan sebuah ilustrasi. Ada seseorang memiliki dua kawan yang berbeda karakter. Perbedaannya sangat tajam. Namun, orang ini tidak mungkin melepas salah satu dari sahabatnya ini karena dari kekurangannya yang menyolok, kedua kawannya ini memiliki juga kelebihan yang susah ditandingi.
Sahabat pertamanya, memiliki watak pemarah, istilahnya: bad tempered. Emosinya gampang sekali tersulut. Hal yang sangat sepele saja dia bisa marah. Bila dia tidak menyetujui ide sahabatnya, dia respon dengan emosional. Dia selalu menghadapi perbedaan pendapat dengan emosi. Kalau sahabatnya berbicara dengan menyinggung watak orang lain, dirinya sendiri yang selalu merasa disinggung.





