Mengapa saya tidak memilih yang berwatak pelit tapi periang? Karena menurut saya, dua karakter yang dimilikinya mencampur antara rasa dengan rasio. Dia menggunakan dua cara itu untuk memelihara watak kontradiktif yang ada pada dirinya. Dia pelit karena dia sangat logis, sangat pintar merasionalisasi kepelitannya. Dia periang karena dia memainkan rasa kepada orang lain. Jadinya, akan sangat susah merubah kebiasaan seperti yang memiliki watak ini. Bagaimana dengan pilihan anda? Jangan pernah bilang, memilih pemarah yang juga pelit. Mendingan kiamat!





