Pulang kampung dan pulang kerja adalah “mind” yang selalu tebawa bagi yang pergi, akhirnya menjadi “mindset”. Karenanya, bagi yang pulang kampung atau pulang kerja selalu terkait dengan persiapan diri. Bagi yang mau pulang kampung biasanya punya persiapan tabungan atau mempersiapkan pernak-pernik keberhasilannya. Termasuk yang pulang kerja, paling tidak membawa pulang ole-ole ringan atau makanan sebagai simbol pemenuhan kegembiran anak-anak dan keluarganya.
Lalau apa yang kita pahami dengan istilah “pulang ke Rahmatullah” yang kalau diterjemahlan sepenuhnya ke Bahasa Indonesia, berarti: pulang ke Rahmat Tuhan. Tentu kalau diselami, menjadi sebuah peristilahan yang sangat bermakna. Istilah ini dimulai dengan kata pulang juga, tetapi mengapa pada benak banyak orang, tidak dipahami sebagai sebuah keindahan? Mengapa tidak pernah dianggap sebagai kerinduan? Mengapa sering dipersepsi sebagai kengerian?





