Apakah karena tidak ada persiapan? Apakah karena tidak cukup tabungan? Apakah karena bentukan “mindset” kita menganggapnya bukan kampung atau rumah sebenarnya? Apakah karena yang selalu terbayang keterasingan diri? Ataukah yang lebih parah adalah bayangan tentang derita berkepanjangan? Silakan tambahkan rentetan pertanyaan lainnya, saya tak kuat melanjutkan, karena saya-pun ngeri.(*)





