Berbeda maknanya dibanding “pergi dari kampung”. Kata “pergi” di sini bisa mengandung ragam makna. Maknanya bisa biasa-biasa, misalnya pergi karena ada cita-cita besar ingin diraih. Namun yang lebih mungkin, adalah potongan kalimat ini bisa mengandung tanda tanya, ketidaknormalan keadaan. Mengapa dia pergi dari kampung. Apa masalah yang terjadi pada dirinya sampai harus meninggalkan kampung? Dalam konteks kampung ini, kita bisa mengatakan “pulang” lebih diinginkan dibanding “pergi”.
“Pulang kerja” juga tak kalah nikmatnya, mengandung makna perenggangan otot-otot, terlebih kalau anak-anak sudah menunggu dan berteriak, “ayah sudah pulang”. Jadi frasa “pulang kerja” mengandung makna pembauran keluarga, yang menginginkan pulang kerja bukan hanya si pekerja tetapi anggota keluarga yang ditinggalkan saat bekerja.





