“Serangan seperti 9/11 atau serangan-serangan teroris lainnya telah memberikan citra negatif terhadap Islam secara umum, meskipun mayoritas umat Muslim menentang ekstremisme,” kata Sudarnoto yang juga Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Pusat.
Menyikapi radikalisme dan terorisme, dosen Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Ainur Alam Budi Utomo berpandangan bahwa ekstremisme beragama yang terjadi dikalangan sebagian generasi muda muslim Indonesia disebabkan minimnya pengetahuan teologi moderasi dalam Islam yang sebenarnya mudah untuk dicerna untuk dipahami oleh generasi muda muslim Indonesia.
Olehnya itu, lulusan Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam UI tersebut dalam tulisannya “Teologi Moderasi Dalam Islam dan Internalisasinya Pada Generasi Muda Muslim Indonesia” menyarankan pentingnya implementasi moderasi beragama sebagai pondasi seorang Muslim dengan sikap moderat sesuai pemahaman Ahlussunnah Wal Jama’ah (sunni) yang menjadi keyakinan mayoritas umat Islam.
Gagasan terkait penanggulangan radikalisme dan terorisme tersebut memiliki titik-temu pada pentingnya memiliki sikap moderasi dalam beragama dan bagaimana mengimplementasikan sikap tersebut bagi perdamaian di Indonesia pada khususnya dan ASEAN pada umumnya.*





