Dia belajar kitab kuning sudah 11 tahun, tepatnya ketika dia mulai mondok di Ponpes Salafiyah Parappe. Ya, dia mulai mondok sejak tamat SD sampai sekarang.
“Sekarang saya kuliah di IAI DDI Polewali Mandar, sambil tetap mondok Ponpes Salafiyah,” ungkap putri Bapak Abdul Rauf dan Ibu Hindong ini.
Ditanya tentang tantangan terberat belajar kitab kuning, gadis asal Desa Mambu ini mengungkapkan bahwa dalam belajar baca kitab kuning, santri dibimbing tidak hanya mengandalkan otak untuk sekadar memberikan harokah pada kata atau kalimat per kalimat.





