Editor 16 Februari 2024
Oleh Muhlisin Ibnu Muhtarom.

Salah-satu mata pelajaran favorit di pondok pesantren modern adalah Mahfudzat. Pelajaran yang berisi sya’ir indah pilihan dari Hadîts Nabi, Atsar Shahâbah dan Aqwâl ‘Ulama wa Udabâ ini, memang sangat menginspirasi. Tidak berlebihan jika salah-satu tujuannya adalah menanamkan filosofi kehidupan. Termasuk mengritisi kepemimpinan atau leadership.

Dalam sebuah sesi perkuliahan di sekolah paskasarjana yang penulis ikuti di Magister Pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Guru Besar  UIN Jakarta, Prof. Dr. H. Abuddin Nata, pernah menyampaikan pencerahan bahwa berbagai macam bentuk negara dan sistem pemerintahannya yang ada di dunia, antara lain; Republik, Kerajaan, hingga Semi Kerajaan adalah pilihan metode (wasîlah) adapun maksud dan tujuan (ghâyah) utama adalah menyejahterakan warganya secara lahir bathin.

Indonesia telah memilih Republik sebagai bentuk negara dengan Demokrasi sebagai sistem memilih pemimpinnya. Sya’ir yang dipelajari di kelas 5 TMI/KMI (XI MA/SMK) berikut ini, melatih critical thinking dengan mengritisi situasi dan kondisi yang jamak terjadi di negeri yang sama-sama kita cintai ini.

من شعر حفنى ناصف بك، المتوفى سنة ١٩١٩ م

*يخاطب أحد الرؤساء*

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*